Rabu, 09 Oktober 2019

LARANGAN REFLIKA KABAH

*HUKUM REFLIKA KA'BAH MENURUT ULAMA KONTEPORER*

السؤال
Pertanyaan
ستقيم المدرسة التي يدرس فيها أطفالي حفلا للاحتفال بموسم الحج يوم الجمعة ، وقد طلبوا مني في المدرسة أن أكسو أولادي ثيابا بيضاء ، كي يعلموهم كيفية أداء مناسك الحج والطواف حول الكعبة ، ولكنها ستكون كعبة مصطنعة للتعليم فقط ، فهل هذا جائز ؟، وهل ينبغي أن أرسل أولادي للمدرسة في هذا اليوم ؟
Sekolah yang anak-anak saya belajar padanya hendak mengadakan acara perayaan musim haji pada hari jum'at dan mereka meminta saya agar memakaikan anak-anak saya pakaian putih untuk mengajarkan mereka tatacara menunaikan manasik haji dan thawwaf disekitar ka'bah, akan tetapi akan ada ka'bah buatan untuk pembelajaran saja, apakah ini boleh hukumnya?
Apakah patut bagi saya untuk mengirim anak-anak saya ke sekolah pada hari ini?

الجواب
Jawaban

الحمد لله
صنع مجسمات للكعبة المشرفة ، سواء لغرض التعليم أو الزينة ونحوها .. 
Membuat reflika ka'bah yang mulia, sama saja karena tujuan pembelajaran, hiasan atau semisalnya....
.. صرح به غير واحد من علمائنا المعاصرين...
Lebih dari satu orang dari ulama saat ini berpendapat dengan tegas.
هو منع هذا الباب وسده ، ورفض ممارسته للصغار والكبار ، وذلك لسببين مهمين :
Yaitu melarang dan menutup celah untuk hal ini(membuat reflika/minatur kabah) dan mereka menolak sebagai peraktek untuk anak kecil dan orang tua,dan hal ini karena 2 sebab penting:
السبب الأول :
Sebab pertama
قاعدة سد الذريعة التي قامت عليها عشرات الأدلة من نصوص الكتاب والسنة ،
Yaitu kaidah "sadd ad-dzari'ah (menutup celah yang mengatarkan kepada kemaksiatan) dan kaidah ini dikuatkan oleh puluhan dalil dari nash Al-Quran dan sunnah.
والذريعة هنا هي
Dzari'ah (mengantarkan kepada kemaksiatan) disini adalah:
" تصنيع المجسم والطواف حوله "، خشية أن ينسب الناس إلى هذا العمل شيئا من القداسة أو التعظيم ، فتختلط العبادة بالتعليم ، ويشتبه على عامة الناس علاقة مناسك الحج الحقيقية ، وحرمةُ بيت الله الحرام ،
"Membuat-buat yang semisal bentuk (ka'bah) dan thawaf disekitarnya dikhawatirkan orang-orang akan menisbatkan perbuatan ini kepada suatu bentuk pensucian dan pengagungan sehingga tercampurlah perkara ibadah dengan pembelajaran dan akan menjadi samar bagi orang-orang awwam hubungan antara manasik sesungguhnya, dan antara kesucian baitullah al-Haram...
السبب الثاني :
Sebab yang kedua
ملحظ قد تؤدي إليه كثرة تلك المجسمات ، وهو إنزال هيبة الكعبة المشرفة من قلوب الناس عن مقامها السامي ، وذلك حين تنتشر بين أيديهم تلك المجسمات ، فتصنع على شكل تعليقات " ميداليات "، تربط بالمفاتيح ، أو تعلق في السيارات ، أو يلعب بها الأطفال الصغار ، والواجب أن نسعى دائما إلى زيادة تعظيم المشاعر المقدسة في قلوب الناس بكل صور الاحترام والتبجيل ،
Ditinjau dari banyaknya dampak (tidak baik) daro reflika-reflika tersebut yaitu dapat menurunkan kehormatan kabah yang mulia dalam hati-hati manusia dari kedudukannya yang tinggi.
Mereka membuatnya(replika kabah) dalam bentuk medali, dan menjadi gantungan kunci atau digantung dimobil atau sebagai mainan anak-anak kecil,
Maka wajib bagi kita senantiasa menambahkan pengagungan terhadap syiar-syiar(islam) yang mulia dalam hati-hati manusia dengan bentuk penghormatan dan pujian.
فالله عز وجل يقول :
Allah عز وجل berfirman:
( ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ . ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ )
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat) maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.
(QS:Al-Hajj 29-30)
ويقول سبحانه :
Dan firman Allah سبحانه:
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ )
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.
(QS. Al-Hajj: 32)
وننقل هنا الفتاوى والقرارات التي صدرت في المسألة :
" قرار رقم : 74 (3/ 13) بشأن موضوع تصنيع وتسويق مجسم للكعبة المشرفة .
Kami nukil disini dari fatwa dan keputusan yang diterbitkan pada masalah ini:yaitu keputusan(fatwa) no 74(3/13) tentang tema membuat dan berjual beli reflika kabah yang mulia.
أما بعد: فإن مجلس المجمع الفقهي الإسلامي برابطة.العالم.الإسلامي في دورته الثالثة عشرة ، المنعقدة بمكة المكرمة ، والتي بدأت يوم السبت 5 شعبان 1412هـ الموافق 8/ 2/1992م :
'Amma ba'du:
maka dewan fiqih islam dari ikatan muslim sedunia pada daurah ke-13 yang diselenggarakan dimekkah mukarramah yang mulai pada hari sabtu 5 sya'ban 1412 H yang bertepatan 8-2- 1992 M
قد نظر في الموضوع وقرر :
أن الواجب سد هذا الباب ومنعه ؛ لأن ذلك يفضي إلى شرور ومحظورات .
Telah memandang dan menetapkan pada tema ini, bahwa wajib menutup celah dan melarangnya, karena hal itu bisa menimbulkan keburukan-keburukan dan hal-hal yang diharamkan
وصلى الله على سيدنا محمد ، وعلى آله وصحبه وسلم تسليمًا كثيرًا . والحمد لله رب العالمين .
رئيس مجلس المجمع الفقهي :
Ketua dewan fatwa fiqih
عبد العزيز بن عبد الله بن باز .
Abdul aziz bin abdullah bin baz
نائب الرئيس :
Wakil ketua
د. عبد الله عمر نصيف .
DR.Abdullah umar nashif
الأعضاء :
Anggota:
محمد بن جبير ،
Muhammad bin Jubeir
د. بكر عبد الله أبو زيد ،
DR.Bakar abdullah abu zaid
عبد الله العبد الرحمن البسام ،
Abdullah abdurrahman Al-Bassam
صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان (متوقف)
Shalih bin fauzan bin abdullah Al-Fauzan (tawaqquf)
، محمد بن عبد الله بن السبيل ،
Muhammad bin Abdullah bin As-Sabil
الدكتور يوسف القرضاوي ،
Doktor yusuf Al-Qardawi
Dll.

انتهى من " قرارات المجمع الفقهي " (ص/285) .
Selesai keputusan dari "ketetapan-ketetapan dewan fiqih"

Dikutip dan diterjemahkan dari👇🏻

https://islamqa.info/ar/answers/192043/%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%84%D8%A7%D9%81-%D9%81%D9%8A-%D8%AA%D8%AC%D8%B3%D9%8A%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%B9%D8%A8%D8%A9-%D9%84%D8%AA%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D8%BA%D8%A7%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%86%D8%A7%D8%B3%D9%83

Tidak ada komentar:

Posting Komentar