Jumat, 03 Februari 2017
ADAB BERZIARAH MASJID NABAWI
ADAB DAN HUKUM BERZIARAH MASJID NABAWI
* آداب وأحكام الزيارة
- وَهَا أَنَا ذَا أَذْكُرُ لَكَ - أَخِي الزَّائِر - أَهَمَّ الأَحكَامِ وَالآدَابِ الَّتِي عَلَيْكَ مُرَاعَاتُهَا حَالَ الزِّيَارَة .
Wahai para penziarah (Masjid Nabawi)- aku akan menyebutkan di(tulisan) ini untuk kalian akan Hukum- hukum dan Adab- adab yang harus kalian perhatikan ketika berziarah:
وَاللهُ وَلِيُّ التَّوفِيق .
إِذَا وَصَلْتَ مَدِيْنَةَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاغْتَسِلْ وَتَنَظَّف،
Jika kamu telah sampai ke Kota Rasulullah صلى الله عليه وسلم maka Mandilah dan bersih-bersihlah.
وَادخُلْ الْمَسْجِدَ بِأَدَبٍ وَسَكِيْنَة ،
Dan masuklah ke Masjid dengan Adab dan Tenang.
وَقَدِّمْ رِجْلَكَ الْيُمْنَى ،
Dan dahulukanlah Kaki kanan
وَقُلْ :
Dan ucapkanlah:
أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيم ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيم ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم . بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى رَسُولِ الله ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحمَتِك
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, wajah-Nya yang mulia dan kekuasaan-Nya yang terdahulu dari godaan setan yang terkutuk,
Bismillah, Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam kepada Rasulullah, Ya Allah buka kan untukku pintu-pintu rahmatmu."
(HR. Abu Daud)
ثُمَّ تَقَدَّمْ إِلَى الصُّفُوفِ الأَمَامِيَّة
Kemudian majulah ke shaf-shaf bagian depan
ولا تزاحم
dan jangan berdesak-desakkan
ولا تتخط الرقاب
dan jangan melangkahi tengkuk-tengkuk/ pundak (orang lain)
ولاترفع صوتك فإن رسول الله صلى الله عليه وسلم يحترم حيا وميتا
dan janganlah mengeraskan suaramu, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم di muliakan ketika masih hidup dan ketika mati.
وَاحرِص عَلَى الصَّلاَةِ فِي الرَّوضَةِ الشَّرِيْفَة ، فَهِيَ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّة ،
Maka berusahalah untuk shalat di Raudhoh yang mulia, karena Raudhoh adalah taman dari taman- taman Surga.
وَلاَ تَجْلِسْ حَتَّى تَأْتِي بِتَحِيَّةِ الْمَسْجِد ،
Dan janganlah kau duduk sehingga engkau melaksanakan (Shalat) AtTahiyyatul Masjid
إِلاَّ إِذَا كَانَتْ الفَرِيْضَةُ قَائِمَةً فَادخُلْ فِي الصَّلاَةِ مَعَ الإِمَام .
Kecuali jika telah di iqomatkan waktu Shalat Wajib maka (tinggalkanlah shalat sunnah tahiyyah) dan masuklah untuk shalat bersama imam
ثُمَّ اذْهَبْ إِلَى مُوَاجَهَةِ القَبْرِ الشَّرِيْف ،
Kemudian pergilah untuk menjumpai kubur Nabi yang Mulia.
واسْتَقْبِلْ القَبْر،
Dan menghadaplah ke kubur
وَقِفْ أَمَامَ وَسَطِ الشُّبَّاكِ الأَوسَط بِأَدَبٍ ؛
Dan berdirilah didepan bagian tengah dinding-dinding yang bercelah-celah dengan Adab(yang baik)
فَلاَ تَنْحَنِي ، وَلاَ تَضَعْ يَمِيْنَكَ عَلَى شِمَالِك ،
Janganlah menunduk dan jangan meletakan meletakan tangan kanan di atas tangan kiri(seperti sedekap ketika shalat)
بَلْ كُنْ كَأَنَّكَ وَاقِفٌ بَيْنَ يَدَي رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ حَيّ ،
Akan tetapi jadilah engkau seakan-akan engkau sedang berdiri di hadapan Rasulullah صلى الله عليه وسلم sedangkan dia hidup.
مُسْتَحضِراً بِقَلْبِكَ جَلاَلَةَ هَذَا الْمَوْقِف ،
Hadirkan di hatimu keagunganngan berdiri ini.
وَقُلْ :
Dan ucapkanlah
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ،
Salam sejahtera atasmu wahai Rasulullah dan juga rahmat Allah dan keberkahannya.
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ وَخِيْرَتِهِ مِنْ خَلْقِه ،
Semoga salam sejahtera atasmu ya Nabi Allah dan Makhluk pilihannya
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ وَخَاتَمَ النَّبِييّنَ وقائد الغرة المحجلين.
Semoga salam sejahtera atas mu, ya sayyid para rasul dan penutup para Nabi dan pemimpin orang-orang yang memiliki cahaya dari bekas whudhunya.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Aku bersaksi bahwa tiada ilaah yang haq kecuali Allah.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ الله
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
، أَشْهَدُ أَنَّكَ بَلَّغْتَ رِسَالاَتِ رَبِّك ،
Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah-risalah Rabbmu
وَنَصَحتَ لأُمَّتِك ،
Dan engkau telah menasehati ummatmu
وَدَعَوْتَ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوعِظَةِ الْحَسَنَة ،
Dan engka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar